Teknologi yang berkembang pada sektor pertanian hingga kini semakin mengalami kemajuan. Hal ini ditandai dengan semakin beragamnya sistem budidaya yang tidak lagi berbasis pada lahan seperti hidroponik, akuaponik, dan aeroponik. Banyak orang yang terkecoh karena ketiga sistem tersebut namanya hampir mirip meskipun sebenarnya berbeda. Yuk cari tahu perbedaannya. 

Hidroponik, akuaponik, dan aeroponik merupakan segelintir inovasi budidaya tanaman pertanian. Ketiganya memiliki persamaan konsep yaitu budidaya yang tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya.

Persamaan konsep tersebut kemudian mengecoh banyak orang untuk bisa membedakan ketiga sistem budidaya tersebut. Dilansir dari berbagai sumber, berikut kami rangkum beberapa perbedaannya. 

Perbedaan Hidroponik, Akuaponik, dan Aeroponik

Metode pertanian hidroponik, akuaponik dan aeroponik belakangan ini menjadi tren di kalangan masyarakat perkotaan. Sistem pertanian tanpa tanah ini tidak membutuhkan ketersediaan lahan yang luas sehingga banyak diterapkan di kawasan kota. Terdapat beberapa perbedaan diantara ketiga sistem ini. 

  1. Cara Budidaya

Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa tanah dengan memanfaatkan air sebagai media untuk menyalurkan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada sistem hidroponik lebih sedikit jika dibandingkan dengan sistem konvensional.

Akuaponik sendiri merupakan gabungan antara sistem budidaya hidroponik dengan pemeliharaan ikan. Tanaman (umumnya sayuran) dibudidayakan dengan ikan di dalam sistem yang tertutup. Pada sistem aquaponik tidak menggunakan nutrisi, melainkan memanfaatkan kotoran ikan.

Sementara aeroponik dalam budidayanya tidak memerlukan tanah atau air sebagai media tanam. Akar tanaman yang dibudidayakan dengan sistem ini dibiarkan menggantung di udara. Nutrisi diberikan dengan cara melarutkannya ke air kemudian disemprotkan pada akar tanaman.

  1. Jumlah Pasokan Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *