membuang masker dengan benar
sumber foto: kompas health

Penggunaan masker secara massal menimbulkan pencemaran lingkungan jenis baru yaitu limbah masker. Masker menjadi penggunaan utama sehari-hari untuk melindungi diri dari covid-19. Hal ini membuat produksi masker menjadi lebih banyak dari biasanya dan sisa masker yang berserakan pun lebih banyak dibanding sebelum ada pandemic.

Dilansir dari liputan6, jumlah sampah masker di Kota Jakarta hingga seberat 1,5 ton. Dengan berat sebanyak itu pasti sudah terbayang besarnya kumpulan masker ditambah lagi resiko penyakit yang menempel. Dari sekian banyaknya jenis masker, masker medis menjadi salah satu masker yang tidak bisa digunakan lagi. Penggunaan masker medis yang disarankan dalam kurun waktu empat jam saja, berarti dalam sehari setidaknya membutuhkan masker medis sebanyak 3-5 ganti masker.

Masker medis yang dibuang pun tidak bisa sembarangan karena masih menyimpan bakteri dan resiko penyakit yang menempel. Maka dari itu diperlukan cara khusus membuang masker dengan benar terutama masker medis supaya ketika dibuang tidak menjadi sumber penyakit bagi orang sekitar.

Berdasarkan pedoman yang dikeluarkan kementerian kesehatan, mengelola limbah masker perlu diperhatikan bagi setiap orang.

Berikut tahapan membuang masker dengan benar:

  1. Jangan buang sampah masker medis di sembarang tempat. Buanglah masker medis di satu tempat untuk dikumpulkan.
  2. Masker yang sudah dikumpulkan lalu diberi disinfeksi supaya bakteri maupun virus menghilang. Rendam masker medis dalam larutan disinfektan/pemutih pakaian/ klorin.
  3. Setelah masker disinfeksi, kemudian rusak masker medis dengan memotong tali atau memotong menjadi dua bagian masker. Hal ini diperlukan supaya sampah masker tidak digunakan kembali.
  4. Kumpulan limbah masker tadi sekarang sudah steril dan tidak dapat digunakan kembali. Kemudian limbah masker bisa dibuang ke tempat sampah.
  5. Cuci tangan dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

Melakukan pedoman ini bisa menyelamatkan banyak orang dari resiko terkena penyakit. Petugas kebersihan di lingkungan rumah sampai petugas di tempat pembuangan sampah pun lebih aman melakukan tugasnya. Selain itu, supaya sampah masker bisa berkurang jumlahnya, alangkah baiknya menggunakan masker kain karena masker kain bisa dicuci lalu digunakan kembali.

Sumber: Kementerian kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *