Produksi Benih Jagung Manis Sendiri Foto:pixabay.com
Produksi Benih Jagung Manis Sendiri Foto:pixabay.com

Bagi kebanyakan orang yang ingin menanam jagung manis memiliki kendala terhadap mahalnya benih jagung manis dipasaran. Namun kini anda dapat memproduksi benih jagung manis sendiri untuk menghemat pengeluaran. Yuk simak cara produksi benih jagung manis berikut: Baca Juga: Tren dan Prospek Budidaya Bunga Telang Dimasa Pandemi Covid

Tahapan Produksi Benih Jagung Manis

  1. Persiapan Lahan

Pada kegiatan persiapan lahan hal-hal yang diperhatikan adalah posisi keberadaan lahan, sejarah lahan. Kegiatan persiapan lahan dapat dilakukan secara TOT (tanpa olah tanah) dengan syarat tanah jenis lempung, posisi tanah tidak memadai, dan pengaruh terhadap pengairan. Selain itu juga lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya.

  1. Pengolahan Tanah

Kegiatan pengolahan tanah dapat dilakukan dengan 2 cara yakni secara tradisional dan modern. Dengan tradisional dilakukan bila areal atau lokasi lahan tidak dapat dijangkau menggunakan Alsintan seperti pada jenis lahan terasering, sehingga menggunakan bajak biasa (sapi atau kerbau). Sedangkan cara modern dilakukan dengan bantuan Alsintan (Alat Mesin Pertanian). Namun untuk segi kesuburan tanah lebih baik digunakan pengolahan tanah tradisional karena tanah tidak memadat akibat tekanan yang terlalu tinggi.

Baca Juga: Untung Panen 12 Kali, Cabai Rawit Jadi Pilihan Petani

  1. Penyiapan Benih

Tahapan persiapan benih dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang akan ditanam dan kebutuhan benih yang diperlukan serta melakukan perlakuan pada benih (seed treatment) dengan fungisida sebelum ditanam. Baca Juga: Prospek Budidaya Jamur Tiram di Masa Pandemi

  1. Penanaman

Pada tahapan penanaman dilakukan kajian atau percobaan terlebih dahulu sebelumnya mengenai perbandingan tanaman jantan dengan tanaman betina, kesesuian varietas dengan jarak tanam dan hasil tanaman yang dihasilkan selama persilangan.

  1. Pemupukan

Pemupukan pada produksi benih jagung manis dilakukan sesuai dengan fase dari tanaman. Pemupukan pada jagung manis dilakukan sebanyak 3 kali yakni, Pemupukan I Fase vegetatif awal (7 HST), Pemupukan II Fase Vegetatif (28-30 HST), dan Pemupukan III Fase Generatif. Pupuk yang digunakan dalam kegiatan pemupukan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk kimiawi (Urea, Nitrogen (N), Phospat (P) dan KCL). Baca Juga: Tak Ada Tanah, Airpun Bisa! Sistem Budidaya Tanaman Tanpa Tanah Dengan Teknik Hidroponik

  1. Penyiangan

Kegiatan penyiangan dilakukan untuk mencabuti dan membersihak gulma disekitar area pertanaman yang dapat mengganggu tanaman budidaya.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan melakukan penyemprotan pestisida sesuai dengan jenis hama maupun penyakit yang menyerang tanaman budidaya.

Baca Juga: Budidaya Strawberry di Pekarangan Rumah Dengan Polybag

  1. Roguing

Roguing dilakukan dengan mencabut tanaman yang memiliki karakteristik menyimpang, biasa dilakukan minimal sebanyak 2 kali saat tanaman fase vegetatif dan fase generatif.

  1. Detasseling

Detasseling adalah pencabutan bunga jantan pada barisan tanaman induk betina harus dilakukan sebelum bunga jantan terbuka/muncul dari daun terakhir (daun pembungkus mulai membuka tetapi malai belum keluar dari gulungan daun

  1. Panen

Kegiatan panen produksi benih jagung manis dilakukan saat tanaman sudah mencapai umur masak fisiologis atau beberapa bagian tanaman telah menunjukkan warna kecoklatan dan tongkol (biji jagung) sudah mengering. Baca Juga: Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Tabulampot

Setelah jagung manis dipanen, dilakukan penjemuran kembali sampai biji jagung manis benar-benar kering dan kadar airnya berkurang. Jika benih jagung manis sudah kering, dapat ditanam dan dibudidayakan lagi. Selamat Mencoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *