Menghangatkan Makanan Sisa
Foto: pixabay.com

Sebaik-baiknya menghargai makanan yakni dengan menghabiskannya segera dibanding menghangatkan makanan sisa, benar bukan?

Masakan rumah menjadi makanan yang khas bagi setiap orang. Ibu bisa menyulap bahan makanan yang di dapat dari pasar menjadi beragam makanan kesukaan orang di rumah, seperti sayuran, ayam goreng, dan olahan lainnya. Jika sudah waktu makan, beberapa menu makanan di meja makan bisa segera habis dalam waktu singkat.

Saking enaknya masakan rumah, alhasil disiasati dengan membuat porsi lebih banyak dari biasanya. Bahkan masakan tersebut terpaksa harus dihangatkan kembali supaya tidak dibuang. Apalagi ketika bulan Ramadhan sangat terbiasa menyisakan makanan buka puasa untuk di konsumsi lagi saat sahur. Mau tidak mau makanan terjadi penurunan rasa dan beberapanya berdampak kesehatan. Beberapa makanan justru tidak disarankan untuk menjadi makanan sisa dan lebih baik segera dihabiskan.

Semisal makanan opor yang biasa dibuat ketika lebaran untuk keluarga besar beserta tamu. Melihat jumlah orang yang pastinya akan membuat porsi lebih banyak. Jika opor terpaksa harus dimakan lagi besoknya, tentu cara menghangatkannya juga berbeda karena mengandung santan. Penggunaan santan pada makanan akan membuat rasa opor timbul asam serta bau jika tidak dihangatkan. Menghangatkan makanan yang mengandung santan perlu perhatian lebih dengan cara menggunakan api sedang dan diaduk menerus supaya santan tidak pecah.

Tentunya menghangatkan makanan akan berbeda caranya bergantung pada makanannya. Secara umum cara menghangatkan makanan bisa dilakukan dengan tiga acara yakni: dikukus/diuap, menggunakan microwave, dan direbus/digoreng. Penggunaan cara sehat menghangatkan makanan sisa tersebut bisa membuat makanan masih layak dimakan supaya menghindari makanan dibuang.

Perhatikan juga isi dari makanan tersebut apakah ada yang tahan lama atau tidak. Semisal baso pasti tidak akan tahan selama dalam waktu satu jam karena mie dan kuah nya akan kehilangan tektur dan rasa. Sebaiknya makanan yang hendak dimakan esok hari agar bisa habis dalam kurun waktu 24 jam. Selain itu, makanan yang hendak dihangatkan cukup sekali saja dan tidak dihangatkan berulang kali.

Makanan yang hendak disimpan juga sebaiknya dalam kondisi yang benar-benar sudah dingin. Jika makanan yang panas lalu disimpan di kulkas tentunya akan beresiko tumbuhnya bakteri pada makanan. Selain itu, makanan yang sudah dingin tersebut supaya disimpan di wadah makanan yang tertutup supaya tetap steril.

Ketahui juga makanan yang sehat untuk si bayi agar tumbuh optimal disini.

Makanan yang dihangatkan pastinya akan mengakibatkan kualitas rasa yang menurun. Maka dari itu makanan yang hendak dipanaskan sebaiknya memang makanan yang rasanya tetap terjaga. Selain itu, beberapa makanan ini sebaiknya agar segera dihabiskan karena berbahaya jika dipanaskan, misalnya makanan yang mengandung bayam, telur, kentang, bersantan, jamur, seledri, dan nasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *