Jenis-Jenis Kultur Jaringan (Tissue Culture) Foto:pixabay.com
Jenis-Jenis Kultur Jaringan (Tissue Culture) Foto:pixabay.com

Perbanyakan tanaman merupakan kegiatan atau usaha untuk memperbanyak/menghasilkan tanaman baru dalam jumlah tertentu, melalui tahapan-tahapan yang disesuaikan dengan jenis perbanyakannya. Perbanyakan tanaman dibagi menjadi 2 yakni perbanyakan tanaman secara vegetatif dan secara generatif. Namun kali ini kita akan membahas mengenai perbanyakan tanaman secara vegetatif tepatnya dengan Kultur Jaringan.

Apa itu Kultur Jaringan?

Kultur jaringan (Tissue Culture) adalah metode atau teknik perbanyakan tanaman dengan memanfaatkan sifat totipotensi pada bagian tanaman yang menjadi eksplan (bahan tanam berupa sel, jaringan dan organ) untuk kemudian ditanam dan ditumbuhkan pada media pertumbuhan secara aseptik atau steril.

Jenis-Jenis Kultur Jaringan

Jenis-jenis kultur jaringan dibedakan berdasarkan pada jenis eksplan yang digunakan yakni kultur embrio, kultur organ, kultur kalus, kultur protoplasma dan kultur haploid.

  1. Kultur Embrio

Kultur Jaringan secara Kultur embrio adalah kultur jaringan dengan bahan tanam (eksplan) berupa embrio muda dan embrio dewasa pada biji suatu tanaman untuk dihasilkan tanaman yang viable dan bertujuan untuk penyelamatan embrio setelah persilangan intergenerik, mempercepat siklus pemuliaan melalui kultur jaringan bagi embrio yang lambat berkembang, pematahan dormansi bagi biji-biji yang sulit berkecambah. Contoh dari kultur embrio adalah pada kedelai.

  1. Kultur Organ

Berikutnya Kultur organ, merupakan kultur jaringan dengan mengambil bagian tanaman seperti jaringan meristem tanaman, helai daun maupun batang muda dan akar untuk dijadikan eksplan. Perbanyakan dengan kultur organ dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode konvensional, karena hanya dengan satu jenis organ dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang besar dengan sifat genetic yang sama dengan induknya.

  1. Kultur Kalus

Kultur kalus merupakan kultur jaringan dengan eksplan kalus yang salah satu tujuannya utnuk menghasilkan tanaman bebas penyakit. Kalus sendiri terdiri dari kumpulan sel-sel yang belum terorganisasi yang terjadi dari sel-sel jaringan yang terus aktif membelah.

  1. Kultur Protoplasma

Kultur protoplasma adalah kultur jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi yang transfer materi genetiknya melalui metode hibridisasi aseksual dengan memanfaatkan sel-sel somatic yang yang sudah tidak mempunyai dinding sel (protoplast). Kultur protoplasma dapat dilakukan dengan maksud/tujuan untuk mencampur sifat genetik dari spesies tanaman yang sama ataupun dari spesies yang berbeda.

  1. Kultur Haploid

Sedangkan untuk Kultur haploid atau disebut kultur anther, merupakan kultur jaringan dengan eksplan berupa serbuk sari (pollen culture) atau ovul yang digunakan untuk menghasilkan tanaman haploid jumlah kromosom sama dengan jumlah kromosom gamet, namun tidak harus sama dengan kromosom dasar.

Baca Juga:Untung Panen 12 Kali, Cabai Rawit Jadi Pilihan Petani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *