Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Pupuk Organik Foto:pixabay.com
Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Pupuk Organik Foto:pixabay.com

Dalam aktivitas disektor pertanian tidak menutup kemungkinan untuk menghasilkan limbah atau benda buangan hasil sisa, yang memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Meskipun limbah yang dihasilkan masih tergolong aman, sehingga membuat para petani atau pelaku pertanian lainnya sering menganggap limbah pertanian menjadi hal yang sepele. Padahal jika terjadi penumpukan secara terus menerus dapat berakibat buruk bagi lingkungan. Dengan hal itu diperlukan pengelolaan yang efektif untuk mencegah dan mengurangi dampak yang terjadi akibat penumpukan limbah pertanian dalam jangka waktu yang lama.

Apa itu Limbah Pertanian?

Limbah pertanian merupakan benda buangan atau hasil sisa produksi dari kegiatan pertanian yang sudah dianggap tidak berguna, baik dari pertanian modern maupun pertanian konvensional. Limbah pertanian didominasi bekas potongan atau bagian tanaman dan sisa pupuk yang tidak terpakai, misalnya jerami padi, kotoran sapi, batang jagung, kelobot jagung, daun jagung, ranting tumbuhan dan kulit gabah padi. Baca juga:Beras Shirataki, Pengganti Nasi Putih yang Tanpa Kandungan Kalori

Pemanfaatan Limbah Pertanian

Limbah pertanian yang kebanyakan berupa limbah organik membuatnya mudah untuk dikelola menjadi sesuatu hal yang lebih bermanfaat. Salah satunya adalah dengan mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik. Pembuatan pupuk organik cukuplah mudah tanpa memerlukan peralatan maupun biaya yang mahal. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan limbah pertanian berupa sisa-sisa jerami atau daun-daun jagung maupun sisa tanaman lainnya.
  2. Kemudian potong atau cacah limbah tersebut dengan pisau atau sabit menjadi bentuk potongan yang lebih kecil-kecil.
  3. Memasukannya kedalam sebuah ember atau baskom, lalu masukan air dan tambahkan tanah subur atau pupuk kandang secukupnya.
  4. Setelah itu, tambahkan EM-4 sebagai aktivator yang dapat membantu mempercepat proses pengkomposan dan aduk hingga tercampur rata, lalu tutup rapat ember atau baskom dengan rapat.
  5. Diamkan hingga kurang lebih 1-2 minggu hingga akhirnya menjadi pupuk organik atau biasa disebut dengan pupuk kompos dan bisa diaplikasikan pada tanaman.

Dengan adanya pemanfaatan limbah pertanian sebagai pupuk organik, diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dalam kegiatan pertanian dan memberikan manfaat baik dari segi lingkungan maupun nilai ekonomis. Karena dengan adanya pupuk organik hasil pengelolaan limbah pertanian dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimiawi serta menghemat pengeluaran untuk pembelian pupuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *