Cegah Pencemaran Lingkungan Pertanaman Dengan Kurangi Penggunaan Herbisida Untuk Sanitasi Lahan Foto:pixabay.com
Cegah Pencemaran Lingkungan Pertanaman Dengan Kurangi Penggunaan Herbisida Untuk Sanitasi Lahan Foto:pixabay.com

Cegah Pencemaran Lingkungan Pertanaman Dengan Kurangi Penggunaan Herbisida Untuk Sanitasi Lahan.Pengendalian gulma pada budidaya tanaman secara kimiawi dengan bantuan herbisida tergolong lebih praktis dan mudah dalam prakteknya. Karena hanya dengan menyemprotkan larutan herbisida pada areal sanitasi untuk membasmi adanya gulma yang menggangu. Namun siapa yang mengira bahwa penggunaan bahan kimiawi seperti herbisida untuk sanitasi lahan yang berlebihan dan terlalu sering dapat mengganggu kondisi lingkungan pertanaman itu sendiri.

Apa Itu Herbisida?

Baca Juga: Panen Padi dan Ikan Sekaligus dengan Sistem Mina Padi

Herbisida merupakan senyawa kimiawi yang digunakan untuk mengendalikan dan membasmi tumbuhan pengganggu (gulma) seperti rumput, alang-alang dan tanaman diluar jenis tanaman budidaya. Pengelompokan herbisida didasarkan pada pertumbuhan gulma dan tipe translokasi pada tanaman. Pengelompokan berdasarakan pertumbuhan gulma dibedakan menjadi herbisida pratumbuh dan herbisida pascatumbuh. Sedangkan menurut tipe translokasi pada tanaman dibagi menjadi herbisida kontak, herbisida sistemik, herbisida selektif dan herbisida non selektif.

Dampak Herbisida Bagi Lingkungan

Herbisida memberikan dampak positif berupa gulma (tumbuhan pengganggu) dapat dikendalikan secara langsung dalam waktu yang relatif singkat. Namun disisi lain juga memunculkan efek negatif yang cukup besar terhadap kesehatan lingkungan pertanaman. Dampak negatif tersebut meliputi:

  • Merusak Tanaman Budidaya

Penggunaan herbisida yang tidak hati-hati dapat menyebabkan tanaman budidaya ikut mati karena salah sasaran dalam pengaplikasian.

Pemakaian satu jenis herbisida secara terus menerus juga dapat menyebabakan gulma menjadi resisten terhadap herbisida itu sendiri sehingga sulit untuk dikendalikan.

  • Kesuburan Tanah Menjadi Berkurang

Tanah yang terlalu sering terkena kontak herbisida yang berlebihan dapat kehilangan kesuburannya, karena organisme didalam tanah yang berfungsi menghasilkan unsur hara ikut mati.

  • Mencemari Lingkungan Lainnya

Aplikasi herbisida berbahan kimiawi tinggi yang tidak tepat sasaran dapat berakibat pada kerusakan lingkungan seperti sungai maupun danau, karena herbisida yang menumpuk akan ikut terbawa air hujan dan meluas serta membuat lingkungan tersebut menjadi tercemar.

Solusi Terhadap Dampak Yang ditimbulkan

Solusi untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan herbisida untuk sanitasi lahan adalah dengan melakukan pemilihan jenis herbisida yang sesuai dengan kebutuhan baik dari dosis, bahan aktif yang terkandung maupun tipe translokasinya. Dihindari untuk pemilihan herbisida dengan bahan kimiawi tinggi dan mulai beralih ke sanitasi lahan konvensional (manual). Selain itu dilakukan pergiliran waktu penggunaan herbisida untuk memberikan jeda waktu pada tanah maupun lingkungan memperbaiki (recovery).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *