Mina padi
Foto: goodnewsfromindonesia.id

Mina padi terbilang sebagai suatu terobosan yang ada pada sektor pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan dan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan klasik yang dihadapi petani. 

Permasalahan pertanian yang dihadapi oleh petani Indonesia sangatlah kompleks. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan pertanian Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara lain. 

Sebagai negara agraris yang dilimpahi lahan pertanian lebih banyak, idealnya Indonesia akan lebih mudah mencapai ketahanan pangan. Namun pada kenyataannya masih kesulitan karena kurangnya diversifikasi produk yang dihasilkan. 

Diversifikasi produk yang dimaksud adalah petani hanya mengandalkan satu komoditas dalam usaha taninya. Akibatnya, ketika produk tersebut mengalami penurunan harga akan berdampak pada pendapatan petani. Berdasarkan hal tersebut kemudian muncullah gagasan sistem budidaya mina padi. 

Konsep Sistem Budidaya Mina Padi

Mina padi merupakan salah satu solusi untuk menangani rendahnya produktivitas lahan akibat dari perubahan iklim. Mina padi dapat membantu menyuburkan lahan persawahan melalui kotoran ikan yang dikonversi secara alami sebagai pupuk organik bagi padi. 

Pada konsepnya, mina padi termasuk salah satu bentuk pertanian terpadu karena adanya integrasi antara pertanian (padi) dengan perikanan (ikan). 

Pertanian terpadu sendiri memiliki definisi sebagai sistem pertanian yang di dalamnya sudah terdapat interaksi dan keterkaitan (linkages) yang sinergis antar berbagai komponen (pertanian, peternakan, perikanan, manusia dan lingkungannya) berbasis daur ulang biologis dan zero waste untuk kelestarian lingkungan dan meningkatkan efisiensi, produktivitas, kemandirian, pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Keunggulan

Mina padi memiliki segudang keunggulan yang pastinya dapat membantu petani dalam mencapai produktivitas lahan dan peningkatan taraf hidup menjadi lebih baik dibandingkan dengan sistem monokultur. Keunggulan tersebut antara lain sebagai berikut. 

  1. Peningkatan Produktivitas

Adanya integrasi antara padi dengan ikan akan dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan sawah serta mendukung efisiensi pemanfaatan lahan dan efektivitas penggunaan air. Produksi padi pun terbukti dapat meningkat hingga 2-3 ton tiap panennya.

Baca Juga: Hemat Waktu dan Tenaga, Combine Harvester Jadi Pilihan untuk Pemanenan Padi

  1. Bebas Residu Kimia

Dalam sistem budidaya mina padi, petani tidak perlu lagi menggunakan pestisida sebagai penangkal hama karena hama yang menyerang padi merupakan pakan alami bagi ikan. 

Selain itu, pupuk anorganik yang biasanya menjadi andalan petani juga tergantikan perannya oleh kotoran ikan. Kotoran ikan akan terendap ke tanah dan kemudian dikonversi menjadi pupuk organik yang tentunya ramah lingkungan dan lebih menyehatkan.

  1. Nilai Jual yang Lebih Tinggi

Padi yang dihasilkan dengan sistem mina padi dapat digolongkan sebagai produk organik karena dalam budidayanya minim penggunaan zat-zat kimia yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. 

Seperti yang diketahui bahwa produk organik memiliki target pasar tersendiri sehingga dari segi harga pun akan lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *