Selama pandemi, permintaan akan jamur mengalami peningkatan. Hal ini kemudian mengakibatkan budidaya jamur tiram pun menunjukkan prospek yang kian menjanjikan. 

Perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi selama pandemi membawa berkah tersendiri bagi para pelaku pertanian. 

Kini masyarakat tergerak untuk mengikuti pola hidup sehat yang salah satunya dengan mengonsumsi makan-makanan bergizi tinggi.

Demi menjaga kekebalan tubuh, masyarakat tak lagi sembarangan dalam memilih makanan. Mereka cenderung memilih bahan pangan segar agar bisa mengolahnya sendiri. 

Kandungan Gizi Jamur Tiram

Jamur merupakan salah satu sayuran sehat yang memiliki kandungan gizi yang lengkap meskipun tak berwarna hijau seperti sayuran pada umumnya. 

Jamur tiram (Pleurotus sp) punya kandungan gizi yang lengkap seperti protein, lemak, fosfor, besi, riboflavin, dan thiamin yang nilainya lebih tinggi jika dibandingkan dengan jamur jenis lainnya. 

Selain itu, jamur juga mengandung protein yang bersih tanpa lemak serta memiliki kandungan karbohidrat yang rendah. 

Jamur tiram mengandung protein nabati sebesar 10-30%. Protein tinggi dalam jamur inilah yang menjadi incaran masyarakat sehingga permintaannya meningkat. 

Jamur tiram ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta beberapa penyakit lainnya. Selain itu, jamur tiram akan membantu penurunan berat badan karena mempunyai serat yang tinggi. 

Prospek Budidaya Jamur Tiram

Dilansir dari detikfinance,  permintaan jamur selama masa pandemi ini mengalami peningkatan yang signifikan.

Baca Juga: Tren dan Prospek Budidaya Bungan Telang di Masa Pandemi Covid

Dari sekian banyak jenis jamur yang ada di Indonesia, jamur tiram menjadi salah satu jamur konsumsi favorit masyarakat. 

Jamur tiram mempunyai prospek sangat bagus untuk dikembangkan, baik dalam upaya untuk memenuhi permintaan konsumen di dalam negeri yang terus mengalami peningkatan maupun untuk pasar ekspor.

Budidaya jamur tiram tergolong fleksibel karena tidak mengenal musim sehingga dapat dilakukan oleh semua orang, dimana pun dan kapan pun. 

Jamur tiram mudah dikembangkan, media tumbuh dan bahan spora pun mudah diperoleh sehingga budidaya jamur tiram dapat dijalankan dalam skala rumah tangga (kecil), menengah, atau bahkan dengan memanfaatkan teknologi modern sekalipun. 

Waktu yang dibutuhkan untuk panen jamur tiram relatif singkat. Umumnya, hanya dalam waktu 1,5 bulan saja jamur tiram sudah bisa dipetik hasilnya.

Jika kamu berminat membudidayakan jamur tiram, kamu tidak memerlukan lahan yang luas seperti budidaya sayuran jenis lainnya. 100 m2 lahan bisa menampung sampai 7500 baglog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *