Budidaya Strawberry di Pekarangan Rumah Dengan Polybag Foto:pixabay.com
Budidaya Strawberry di Pekarangan Rumah Dengan Polybag Foto:pixabay.com

Tanaman strawberry merupakan tanaman buah berupa herba tahunan yang banyak ditemukan diwilayah tropis maupun subtropis. Buah yang identik dengan warna merah cerah dengan bintik biji hitam ini, sangat digemari oleh berbagai kalangan baik dikonsumsi secara langsung maupun untuk campuran olahan makanan lainnya. Tanaman strawberry dapat tumbuh subur

Syarat Tumbuh

Tanaman strawberry dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, pada iklim dan lingkungan yang baik. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya strawberry:

  1. Media Tanam

Tanaman strawberry cocok ditanam pada kondisi tanah yang gembur, bertekstur liat dan memiliki ph netral (6,5-7,0) serta subur dengan kandungan bahan organik yang cukup. Selain itu, pengaturan sirkulasi udara yang ada didalam tanah harus dicek agar tanah tidak memadat sehingga menghambat sirkulasi udara dan menyebabkan tanaman rawan terkena serangan penyakit. Penambahan pupuk kimiawi juga berperan dalam menunjang pertumbuhan tanaman strawberry.

  1. Iklim

Tanaman strawberry dapat tumbuh optimal dengan tingkat curah hujan yang cukup antara 600-700 mm/tahun dan intensitas sinar cahaya matahari antara 8-10 jam per harinya.

Baca Juga:Luar Biasa, Inilah 5 Manfaat Buah Ciplukan untuk Kesehatan

Tahapan Budidaya

  1. Pemilihan Bibit

Tanaman strawberry dapat dibudidayakan melalui biji maupun bibit. Budidaya strawberry dengan biji memerlukan tahapan persemaian terlebih dahulu sebelum biji siap untuk ditanam. Sedangkan budidaya strawberry melalui bibit dapat dilakukan dengan teknik perbanyakan vegetatif (anakan dan stolon) memanfaatkan tanaman strawberry induk untuk dijadikan bibit kembali. Pilihlah bibit yang sehat dan berkualitas agar hasil buah yang dihasilkan dapat maksimal.

  1. Persiapan Media Tanam

Media tanam untuk budidaya tanaman strwabery di polybag cukuplah mudah dan terjangkau yakni komposisi antara tanah, pupuk (kandang/kompos) dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Untuk ukuran polybag yang efektif digunakan budidaya strawberry berukuran 40×40 cm, agar pertumbuhan tanaman strawberry tidak terganggu serta memberikan ruang lebih untuk berkembang.

  1. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan pada tanaman strawberry meliputi penyiraman, penyulaman, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan serta sanitasi lingkungan. Kegiatan penyiraman dilakukan secara rutin dan berkala 2 kali dalam sehari pada pagi dan sore hari, menyesuaikan dengan kondisi kelembaban media tanam dan cuaca. Untuk penyulaman dilakukan apabila tanaman strawberry terdapat kendala didalam pertumbuhannya entah itu gagal tumbuh, rusak, maupun mati. Sehingga diperlukan penggantian tanaman strawberry baru untuk menyusul pertumbuhan tanaman yang sudah ditanam sebelumnya.

Sedangkan untuk pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida sesuai dengan hama maupun penyakit yang menyerang tanaman strawberry. Untuk tanaman strawberry yang terserang serangan hama seperti belalang ataupun ulat dapat menggunakan pestisida jenis insektisida untuk mengendalikannya. Pemupukan pada tanaman strawberry dapat dilakukan menggunakan jenis pupuk organik seperti pupuk kandang ataupun kompos dan pupuk kimiawi yang dapat dibeli ditoko pertanain seperti Urea, SP-36, dll. Kegiatan pemupukan dilakukan 2 kali pada saat pertama kali persiapan media tanam dan ketika tanaman strawberry memasuki usia 2 bulan.

Pemanenan

Tanaman strawberry dapat dipanen buahnya ketika sudah memasuki usia 2,5 bulan ditandai dengan ciri-ciri seperti  warna buah strawberry sudah merah di seleluruh permukaannya dengan tekstur daging buah terasa kenyal dan warna tangkai buah yang sudah berwarna agak coklat kekuningan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *