Pengendalian Hama Terpadu
Foto: unsplash.com

Organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman merupakan masalah yang sering ditemukan di setiap budidaya tanaman.  Gangguan yang di sebabkan oleh OPT dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi bahkan gagal panen, untuk itu perlu adanya solusi yang tepat untuk mengendalikan hama dan penyakit tersebut. Salah satunya melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). 

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah suatu pendekatan berkelanjutan dalam mengendalikan serangan OPT berdasarkan pertimbangan ekologi dan ekonomi melalui pengelolaan ekosistem yang berwawasan lingkungan dan kesehatan.

Sasarannya yaitu mengurangi kerugian karena serangan hama secara lebih efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Ingin Punya Taman tapi Tak Punya Lahan? Taman Vertikal Solusinya

Konsep PHT muncul dan berkembang sebagai koreksi terhadap kebijakan pengendalian hama konvensional untuk menekan penggunaan pestisida.

Penggunaan pestisida dalam pengendalian secara konvensional secara tidak langsung akan sangat merugikan baik dari segi ekonomi, kesehatan, maupun lingkungan. 

Metode Pengendalian Hama Terpadu

Pengendalian hama terpadu dapat diterapkan dengan memadukan semua teknik atau metode pengendalian OPT yang sesuai. Berikut beberapa teknik PHT yang dapat di manfaatkan antara lain:

1. Pengendalian Hayati

Pengendalian hayati menurut The Office of Technology Assessment (OTA) adalah penggunaan musuh alami (pemangsa, parasit, patogen, dan pesaing) untuk menekan atau mengendalikan populasi OPT. Pengendalian hayati di antaranya melalui musuh alami, agen hayati, dan pestisida nabati. 

2. Pengendalian Fisik

Pengendalian fisik bertujuan untuk mengurangi populasi OPT dengan cara mengganggu kondisi fisiologis OPT, mematikan hama untuk mengurangi populasinya, serta memanipulasi lingkungan fisik seperti menaikkan suhu dan kelembapan sehingga menjadi kurang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan OPT.

Pelaksanaannya dapat melalui pemanasan, pendinginan, pembasahan, pengeringan, pembakaran, lampu perangkap, gelombang suara, dan pagar. 

3. Pengendalian Mekanik

Pengendalian mekanik bertujuan untuk mengurangi populasi OPT secara langsung dengan tangan atau dengan menggunakan alat dan bahan lain.

Pelaksanaannya terbilang sederhana melalui pengambilan langsung dengan tangan, gropyokan, memasang perangkap, pengusiran, penggunaan lampu perangkap, pengasapan, pemangkasan bagian tanaman yang terserang, kemudian dibakar. 

4. Pengendalian Kimiawi

Pengendalian kimiawi dalam praktiknya mengendalikan OPT secara sengaja dengan memanfaatkan bahan kimiawi seperti pestisida untuk menurunkan dan mengendalikan populasi OPT.

Pengendalian dengan cara ini merupakan last choice apabila metode pengendalian yang lainnya tidak juga berhasil mengatasi serangan OPT. Penggunaan bahan kimia dalam pengendalian ini harus tepat sasaran, tepat waktu, dan yang terpenting tepat dosis.

Organisme pengganggu tanaman (OPT) yang lebih dikenal dengan sebutan hama dan penyakit memang merupakan musuh utama bagi para pembudidaya tanaman.

Namun seiring dengan berkembangnya penelitian, kamu tak perlu lagi bingung bagaimana cara menghadapinya. Melalui metode pengendalian hama terpadu (PHT), memberantas populasi hama kini bisa menyesuaikan aspek kesehatan dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *