Selada Sebagai Antikaker Alami Tubuh Foto:pexels.com
Selada Sebagai Antikaker Alami Tubuh Foto:pexels.com

Mengenal Manfaat Selada

Siapa yang tak kenal dengan selada, selada merupakan jenis sayuran yang dimanfaatkan daunnya dan banyak dijumpai dikalangan masyarakat sebagai lalapan untuk menemani makanan atau campuran salad. Selada mengandung banyak vitamin dan zat yang penting bagi tubuh seperti vitamin A, vitamin C, vitamin K, zat besi, kalsium, mineral folat dan serat. Sehingga banyak yang memburu selada untuk program diet membantu menurunkan berat badan.  Selain bermanfaat untuk merawat kesehatan mata dan kulit, ternyata dengan mengonsumsi selada secara rutin dapat memberikan efek positif bagi kesehatan tubuh, salah satunya sebagai penangkal dan obat alternatif penyakit kanker.

Menurut penelitian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB bahwa didalam pengujian fitokimia pada ekstrak selada ditemukan adanya kandungan flavonoid, tannin, saponin dan steroid. Uji aktivitas antioksidan ditemukan hasil ekstrak etanol selada sebesar 102, 26 ppm yang berpotensi sebagai antioksidan. Selain itu pada uji toksisitas menunjukan ekstrak selada mampu mengambat sel kanker payudara.

Kandungan antioksidan yang tinggi pada selada dianggap mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendetoksifikasi racun yang ada didalam tubuh. Bagi para perokok aktif maupun pasif sangat berisiko untuk terserang penyakit kanker paru, kanker mulut dan kanker tenggorokan akibat kandungan bahan karsiogenik yang ada didalam tembakau maupun asap rokok. Sehingga dianjurkan untuk mengonsumsi selada, karena didalam daun selada mengandung PEITC (phenethyl isothiocynate) yang keluar jika daun selada dikunyah yang merupakan agen kemopreventif penangkal kanker paru dan membantu menghambat terbentuknya NKK.

Baca juga: Hindari Cabang Penyakit dari Limbah Rumah Tangga

Tips Mengonsumsi Selada

Akan tetapi dalam mengonsumsi selada perlu diperhatikan dalam penyajiannya, karena didalam selada mentah rentan terkontaminasi bakteri patogen seperti Salmonella. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Lund et al (2000) yang menyebutkan, pada selada ditemukan bakteri Salmonella Bakteri patogen tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan gastroenteritis. Sehingga sebelum mengonsumsi selada secara langsung sebaiknya dilakukan pencucian berulang di air yang mengalir. Selain itu juga perlu dicermati terhadap penyimpanan selada yang baik dan benar untuk mencegah pertumbuhan mikroba.

Penyimpanan selada yang efektif adalah dengan merendamnya dengan air dingin yang kemudian dimasukan kedalam lemari es untuk menjaga kelembaban pada daun selada. Namun penyimpanan selada yang terlalu lama dapat berakibat turunanya kualitas gizi yang terkandung dan kurang baik untuk dikonsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *