Sistem Irigasi Tetes Foto:Trubus.id
Sistem Irigasi Tetes Foto:Trubus.id

Mari mengenal apa itu sistem irigasi tetes (drip irigation)? Didalam budidaya tanaman diperlukan adanya siklus kebutuhan air yang optimal untuk menunjang dan memenuhi nutrisi mineral pada tanaman, hal tersebut biasa disebut dengan sistem irigasi. Irigasi diartikan sebagai pemanfaatan atau upaya yang dilakukan untuk mengaliri lahan pertanian. Dengan adanya sistem irigasi yang teratur lahan pertanian atau sawah tidak perlu mengandalkan air hujan sebagai sumber air yang utama. Baca juga Naik Daun dan Berpotensi Ekspor Tinggi, Porang Jadi Primadona di Kalangan Petani

Di Indonesia sistem irigasi yang diterapkan sangatlah beragam tergantung pada kondisi wilayah (geografis) dan kebiasaan atau budaya petani itu sendiri. Sistem irigasi yang banyak dan umum dijumpai adalah jenis sistem irigasi permukaan yang mengandalkan air tanah untuk dialirkan secara bergantian diwaktu yang ditentukan, untuk sekedar agar air meresap saja kedalam tanah tanpa memperhitungkan efisiensi air yang digunakan. Namun semakin berkembangnya teknologi pertanian saat ini memungkinkan adanya sistem irigasi atau pengairan yang dapat diatur waktu dan jumlahnya air yang dikeluarkan. Salah satu teknologi yang telah berkembang saat ini adalah sistem irigasi tetes (Drip Irigation).

Tentang Irigasi Tetes

Irigasi tetes (Drip Irigation) merupakan sistem pengairan jaringan mikro dengan cara memberikan air secara langsung pada tanaman secara sistemik hingga ke perakaran dengan bantuan alat tetes bernama emitter. Penerapan sistem irigasi tetes dapat diapikasikan dipermukaan tanah maupun didalam tanah yang bertujuan untuk memaksimalkan dan memanfaatkan air dengan jumlah yang terbatas. Sedangkan untuk sumber irigasi tetes dapat berasal dari air tanah maupun sumber air permukaan.

Komponen secara umum pada sistem irigasi tetes terdiri dari pipa lateral, pipa sekunder, pipa utama, pompa, tabung air dan emitter. Didalam pendistribusian air pada jaringan sistem irigasi tetes menggunakan teknik semi gravitasi dimana air diangkat dengan bantuan pompa hingga air dialirkan kembali ke lahan melalui pipa pembagi dengan banyak percabangan menuju emitter. Kegiatan pengairan menggunakan irigasi tetes dapat disesuaikan dengan kebutuhan air, jenis tanaman yang berbeda dan pada fase pertumbuhan.

Kelebihan Irigasi Tetes

  1. Cocok diterapkan diwilayah dengan sumber air yang terbatas dan pada saat musim kemarau, karena sistem irigasi tetes memaksimalkan nilai guna air yang ada dengan pemberian air yang bersifat lokal langsung ketanaman secara perlahan-lahan yang menekan adanya evaporasi sehingga dapat dilakukan penghematan air.
  2. Juga membantu meningkatkan hasil pertumbuhan tanaman dan menekan pertumbuhan gulma. Hal ini dikarenakan hanya areal pertanaman tanaman budidaya saja yang terkena tetesan air, sehingga permukaan sekitarnya tidak mengalami kelembaban yang menyebabkan munculnya gulma.
  3. Menghemat biaya tenaga kerja, yang dimana sistem irigasi tetes dapat dengan mudah dioperasikan secara otomatis kapanpun tidak mengenal waktu.

Kelemahan Irigasi Tetes

  1. Membatasi adanya pertumbuhan pada tanaman. Pemberian air dengan sistem tetes perlahan tanpa memperhitungkan kebutuhan air yang benar pada tanaman dapat menyebabkan tanaman mengalami defisiensi atau kekurangan air.
  2. Memerlukan biaya yang lebih besar. Komponen pada sistem irigasi tetes cenderung mahal untuk dibeli dan membutuhkan keahlian khusus untuk merancangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *