Mendengar kata “limbah” akan terbersit gambaran seperti cairan asal pabrik yang menggumpal berwarna keruh. Ketika melihat dan tercium baunya saja sudah merasa jijik. Padahal selama ini, limbah telah ada di keseharian berawal dari rumah. Lingkungan kebersihan terkecil seperti rumah pun tetap memproduksi limbah yang tetap membahayakan lingkungan sekitar.

Pengertian secara umum, limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan dari satu atau beberapa rumah. Keberadaan limbah ini mungkin tidak terlalu disadari dampaknya selama kebersihan rumah terjaga. Tapi bagi lingkungan tentunya akan berdampak apalagi jika terdapat lahan pertanian atau drainase yang buruk. Perlu diketahui juga bahwa Data nasional tahun 2018 menunjukkan bahwa 62 persen sampah di negeri ini dihasilkan dari sampah domestik atau sampah dari aktivitas rumah tangga.

Limbah rumah tangga juga terbagi menjadi dua jenis berdasarkan asalnya, yakni limbah rumah tangga organik dan anorganik. Limbah organik yakni limbah yang memiliki unsur Karbon (C) seperti kotoran manusia dan hewan, sisa makanan buah maupun sayur, dan air cucian. Karena mengandung unsur karbon, limbah jenis ini memang bisa terurai walaupun dalam jangka waktu yang lama.

Sedangkan limbah anorganik merupakan limbah yang tidak mengandung unsur Karbon (C) seperti besi, plastic, dan kertas. Sehingga mikroorganisme pengurai kesulitan untuk mengurai limbah jenis ini. Umumnya, limbah jenis ini kemudian akan didaur ulang sehingga nilai gunanya tidak hilang.

Jika dilihat dalam keseharian, limbah rumah tangga tadi sangat melekat dari aktifitas di rumah. Dimulai dari pagi hari yakni mandi dan mencuci pakaian yang sudah menghasilkan air campuran sabun. Sampai akhirnya malam hari telah menghasilkan sampah kemasan, makanan, kertas dan banyak lagi. Jadi, walaupun lingkungan rumah terjaga bersihnya tapi produksi limbah rumah tangga juga tetap ada.

Kepedulian akan lingkungan pun semakin meningkat dengan banyaknya produk penggunaan harian yang ramah lingkungan. Hal ini akan memudahkan bagi kita untuk mengurangi limbah rumah tangga. Upaya lain bisa dilakukan untuk mendapatkan nilai guna yang baru dan nilai ekonomis yaitu mendaur ulang, pengkomposan, dan pemisahan jenis sampahnya.

Sekecil apapun upaya mendapatkan lingkungan yang sehat pastinya akan mendapat hasil yang sepadan. Rumah yang sudah terjaga kebersihan akan memberi manfaat pada lingkungan yang sehat pula. Ditambah pengurai alami tidak akan kesulitan mengembalikan kesehatan lingkungan sebagaimana mestinya.

Sumber: Jurnal: analisis dampak limbah/sampah rumah tangga terhadap pencemaran lingkungan hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *