sumber foto : Freepik

Kesadaran masyarakat soal makanan sehat kian naik seiring kondisi yang membuat kita harus menaruh perhatian lebih tentang Kesehatan. Apalagi ditambah perkembangan metode pertanian yang makin berkembang guna mendapatkan hasil yang efisien untuk mendapatkan hasil panen sehat. Tidak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi pertanian membuat konsumen bingung menilai hasil tani yang hendak dikonsumsi.

Bagi konsumen yang awam mungkin tidak masalah dengan bagaimana metode pertanian yang dilakukan. Tapi, alangkah baiknya jika konsumen bisa mengenal lebih banyak buah dan sayur dari metode pertanian yang dilakukan supaya konsumen mendapatkan gizi dan nutrisi terbaik. Maka dari itu Dewi Sri akan membagikan info menarik tentang metode-metode pertanian yang bisa diketahui.

  1. Pertanian Anorganik

Konsep pertanian anorganik atau konvensional adalah cara produksi tanaman dengan menggunakan bahan kimia dalam prosesnya. Pengunaan bahan kimia seperti pupuk, peptisida, dan zat tumbuh tanam digunakan untuk mencapai hasil panen yang cepat dituai. Pengunaan bahan kimia tersebut lazim digunakan untuk menghindari hama dan menjaga kesehatan tanaman hingga dipanen.

Bagi pertani, pertanian anorganik akan mendapatkan hasil panen yang cepat dan konsumen akan terhindar dari kehabisan sayur dan buah untuk dikonsumsi. Sisi perawatan tanaman juga lebih mudah untuk diatur dengan bantuan bahan kimia yang digunakan. Meski pun, penggunaan bahan kimia yang digunakan berlebih akan mencemari lahan pertanian dari kesehatan tanah yang sulit dipulihkan.

Mengkonsumsi hasil tani konvensional juga memiliki resiko kesehatan akibat penggunaan bahan kimia. Bahan kimia yang terdapat pada buah dan sayur ketika dikonsumsi bisa menjadi endapan penyakit kedepannya. Lain sisi, keuntungan harga jual dari hasil pertanian anorganik juga lebih ekonomis bagi petani dan konsumen dibanding hasil tani organik.

  1. Pertanian Organik

Secara mendasar, konsep pertanian organik adalah cara produksi tanaman dengan menghindari penggunaan bahan kimia sintetik seperti pupuk, pestisida, dan zat pengatur tumbuh. Sistem pertanian organik semaksimal mungkin mengandalkan pergiliran tanaman, penggunaan sisa-sisa tanaman, pupuk kandang (kotoran ternak) sebagai pengganti bahan kimia sintetik yang bisa mempengaruhi hasil tani.

Tujuan utama dari pertanian organik adalah menggunakan bahan dan praktik budi daya yang dapat mendorong keseimbangan lingkungan secara alami. Hal ini akan meningkatkan kesehatan dan produktivitas serta saling ketergantungan antara tanah, tanaman, hewan, dan manusia. Keuntungan tambahan dari pertanian organik yakni akan memberikan nutrisi dan gizi yang terjaga karena dari tidak terpengaruh bahan kimia sama sekali.

Penerapan pertanian organik juga dipercaya dalam pemulihan lingkungan lahan pertanian. Pemulihan lahan pertanian organik berupa kesehatan tanah dan irigasi air diharapkan menjadi contoh pertanian yang ramah lingkungan. Sisi lain dari pertanian organik juga kemudian berpengaruh pada harga jual sayur dan buah yang lebih mahal dan perawatan petani yang membutuhkan tenaga ekstra.

Menjaga kesehatan sayur dan buah
Bagi konsumen, mengkonsumsi sayur dan buah di tengah kesibukannya mungkin sedikit orang yang memperhatikan proses pertanian ini. Pengaruh proses pertanian yang digunakan sampai hasilnya dikonsumsi perlu diimbangi dengan mencengah adanya pengaruh ke kesehatan. Sebagai konsumen yang ingin mendapatkan hasil panen yang terbaik, jangan lupakan untuk membersihkan sayur dan buah.

Membersihkan sayur dan buah dari paparan bahan kimia bisa dilakukan dengan banyak cara. Pengunaan sabun untuk membersihkan sayur dan buah bisa dilakukan apalagi saat ini banyak sabun yang telah memenuhi standar food grade. Selain itu, kandungan kimia pada sayur dan buah bisa dihilangkan dengan mencuci menggunakan air mengalir dan merebus sayur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *